Kami atas nama administrator website Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli mohon maaf karena dalam beberapa waktu terakhir ini website bpk-aeknauli.org tidak aktif diakibatkan over bandwith limit, hal ini tidak dapat kami urusi pada saat-saat sekarang ini karena kesibukan di kantor menjelang akhir anggaran dan sebagainya...
untuk kedepannya, setelah akhir anggaran akan kami ganti bandwithnya menjadi lebih tinggi sehingga permasalahan serupa tidak akan terulang kembali
Jika ada kritik dan saran, silahkan kirim ke email:
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih
Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN) merupakan suatu gerakan pamungkas untuk menanggulangi degradasi hutan dan lahan yang dilaksanakan oleh Depertemen Kehutanan bersama-sama dengan pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia utamanya pada Daerah Aliran Sungai (DAS) prioritas.
Penggunaan bibit yang kurang baik merupakan salah satu penyebab masih rendahnya tingkat keberhasilan program rehabilitasi lahan dan hutan. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam upaya memperoleh bibit dengan kualitas yang baik sehingga mempunyai ketahanan hidup di lapang cukup tinggi.
1.Lembaga Formal, Landasan Peraturan, dan Struktur Organisasi
Hutan merupakan bagian yang penting dan terpisahkan dalam pembangunan. Rakyat memerlukan komoditi dan jasa dari hutan, bukan saja mereka yang bertempat tinggal di dekat hutan tetapi juga mereka yang jauh dari hutan dan di kota (Simon, 2004)
BUDIDAYA GAHARU : Alternatif Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan
Oleh : Aswandi
Sudah gaharu, cendana pula! Sudah tahu, bertanya pula! Peribahasa tersebut sangat sering kita dengar sehari-hari. Akan tetapi tidak banyak dari kita yang tahu apakah gaharu tersebut dan darimana ia dihasilkan. Gaharu sebenarnya merupakan substansi aromatik (aromatic resin) yang berbentuk gumpalan atau padatan berwarna coklat muda sampai kehitaman yang terbentuk pada lapisan dalam kayu tertentu. Timbulnya gaharu ini bersifat spesifik, dimana tidak semua pohon dapat menghasilkan substansi aromatik ini.
Sebagai gerakan nasional, penyelenggaraan GERHAN dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan masyarakat sebanyak-banyaknya. Oleh karena meliputi luasan yang cukup besar, maka pelaksanaan GERHAN sangat dipengaruhi dan juga sangat ditentukan oleh peranserta masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar hutan. Lebih jauh, peranserta masyarakat dipengaruhi pula oleh berbagai motivasi yang ada dalam kultur sosial masyarakat setempat, baik motivasi yang bersifat individu maupun kelompok
RARU (Cotylelobium melanoxylon) : JENIS ALTERNATIF POTENSIAL LOKAL UNTUK MENDUKUNG
PROGRAM KELESTARIAN HUTAN DAN LAHAN DI SUMATERA
Oleh :
Tjatur Amperawatidan Darmawan Edy
Ringkasan
Keberhasilan kegiatan pembuatan tanaman kehutanan dalam program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan, ditentukan oleh serangkaian kegiatan yang saling berkaitan dan berkesinambungan. Kegiatan yang penting untuk menunjang keberhasilan pembuatan tanaman hutan tersebut adalah penyediaan bibit yang berkualitas dan pemilihan jenis pohon yang tepat sesuai dengan kondisi tapak.